Seperti kita tahu bahwa diabetes merupakan sebuah gejala penyakit yang terkadang kita sendiri kurang sadar bahwa kita juga mengalaminya sampai datangnya gejala terkena diabetes tersebut, baik itu dengan pengecekan kadar gula darah, dll. Kebanyakan orang berfikir bahwa diabetes merupakan penyakit keturunan, alias merupakan faktor genetis yang mana keturunan dari penderita diabetes akan beresiko lebih tinggi dari sang penderita. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Tapi, sebenarnya ada cara lain guna mengurangi resiko diabetes dengan mengurangi kebiasaan yang sering menimbulkan penyakit ini. Berikut kebiasaan-kebiasaan yang perlu anda hindari untuk mengurangi resiko terkena diabetes.
1. Suka Begadang
Perlu anda ketahui bahwa kebiasaan suka begadang menjadi salah satu yang menyebabkan resiko timbulnya diabetes. Maksudnya jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil
riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur
selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun
drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat
merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong
rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori
tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
2. Kebiasaan minum minuman manis
Tingginya asupan gula dalam minuman yang manis menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi.
Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung
250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa
rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh
manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali
makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita
kelebihan kalori yang mana dampaknya akan menyebabkan obesitas dan diabetes.
3. Kebiasaan Merokok
Bagi anda yang mempunyai kebiasaan merokok, maka saya sarankan agar tidak mulai kecanduan dengan yang namanya rokok dengan tujuan diabetes tidak menimpa anda. Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan
wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik
sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma
disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat,
seperti pola makan dan olahraga.
4. Kebiasaan Minum minuman bersoda
Tidak hanya minuman manis, ternyata minuman bersoda juga menjadi salah satu faktor penyebab resiko timbulnya diabetes. Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
5. Kebanyakan Pikiran ( Stres )
Stres bisa kita andaikan seperti halnya banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
6. Kurang Beraktifitas
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Setelah mendapatkan kesimpulan seperti ini, maka tak ada salahnya untuk dapat meningkatkan aktifitas mesti itu dengan jogging atau olahraga lainnya.
7. Kebiasaan Makan Gorengan
Makan gorengan ?? Apalagi ditambah lombok. Hemmm, maknyus gannnn . Tapi siapa sangka gorengan bisa jadi salah satu pemicu diabetes. Karena bentuknya yang kecil, satu gorengan pasti tidaklah cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Oleh karena itu, untuk anda para penikmat gorengan mulai saat ini diusahakan supaya mampu membatasi diri anda untuk menikmati gorengan.
Nah, Demikian tadi kebiasaan-kebiasaan penyebab resiko terkena diabetes, mulai sekarang mari kita kurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut meski yaaaa perlu pengorbanan lah. Untuk kebaikan diri kita juga, ga ada salahnya untuk dicoba . . dicoba , hehehe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar